Filosofi Kayu

Rabu, 07 Oktober 2015
Filosofi Kayu

kayu itu sebelum jadi kayu dia adalah sebatang pohon

pohon yang bisa merindangi, meneduhkan, memberi udara segar

kayu itu sesudah ia menjadi kayu ia bisa diubah menjadi rupa-rupa hal layaknya furniture meja, bangku, laci, cinderamata, ataupun hanya sebagai penyangga rangka bangunan

kayu, jikalau ia tidak pun diubah menjadi sesuatu yang dapat dinilai dan bahkan dibuang begitu saja, ia dapat menenggelamkan dirinya dengan bumi, menyatukan diri dan akhirnya mencoba kembali tumbuh menjadi pohon

kayu, walaupun ia dibakar dan berubah menjadi arang ia bisa menghidupkan sesamanya yang serupa dengannya

kayu, walaupun telah dibakar menjadi arang dan berakhir sebagai abu, ia masih bisa menyuburkan bumi dan menumbuhkan dedaunan yang baru

walaupun terkadang rentan, terkadang rapuh, terkadang tidak dilihat orang bahkan diinjak orang, kayu tetap kayu, ia tidak berusaha untuk berubah, ia hanya menjalani dirinya apa adanya, hanya perlu tetap memainkan perannya yang dapat berguna bagi sekitarnya.



Komentar

    Belum Ada Komentar