Filosofi Kayu
kayu itu sebelum jadi kayu dia adalah sebatang pohon
pohon yang bisa merindangi, meneduhkan, memberi udara segar
kayu itu sesudah ia menjadi kayu ia bisa diubah menjadi rupa-rupa hal layaknya furniture meja, bangku, laci, cinderamata, ataupun hanya sebagai penyangga rangka bangunan
kayu, jikalau ia tidak pun diubah menjadi sesuatu yang dapat dinilai dan bahkan dibuang begitu saja, ia dapat menenggelamkan dirinya dengan bumi, menyatukan diri dan akhirnya mencoba kembali tumbuh menjadi pohon
kayu, walaupun ia dibakar dan berubah menjadi arang ia bisa menghidupkan sesamanya yang serupa dengannya
kayu, walaupun telah dibakar menjadi arang dan berakhir sebagai abu, ia masih bisa menyuburkan bumi dan menumbuhkan dedaunan yang baru
walaupun terkadang rentan, terkadang rapuh, terkadang tidak dilihat orang bahkan diinjak orang, kayu tetap kayu, ia tidak berusaha untuk berubah, ia hanya menjalani dirinya apa adanya, hanya perlu tetap memainkan perannya yang dapat berguna bagi sekitarnya.
