Spesialist furniture dan interior

Rabu, 28 Oktober 2015
Spesialist furniture dan interior
img-1444482924.com

Kayu Bekas Jadi Mebel Berkualitas

Kayu, adalah komoditi yang sangat bernilai. Mulai dari menjadi fondasi dalam membangun rumah, mebel, perkakas, kertas ataupun bahan bakar. Lama kelamaan, karena meningkatnya produksi dibandingkan kesadaran untuk menanam kembali, jumlah kayu yang ada kini pun semakin menipis, hutan jadi semakin gundul, keseimbangan ekosistem akhirnya menjadi terganggu.

Isu ini pun tak luput dari perhatian Deri Hermanto ketika mendirikan furnituretitikdua.com . Ia menemukan kayu-kayu peti kemas import bekas pakai memiliki tekstur kayu yang natural, unik serta elegan. Dari sanalah ide menggunakan kayu jati belanda, bekas peti kemas import sebagai bahan baku produk Furnituretitikdua.com.

 

furnituretitikdua.com berdiri pada tahun 2008. Pada awalnya, mereka hanya membuat mebel untuk sarana sekolah. Namun ketika sudah mulai dikenal masyarakat, mereka mulai berinovasi memproduksi mebel untuk rumah tangga berupa kitchen set, lemari, meja kopi, ataupun ranjang, dan booth untuk berdagang makanan. Kini ragam produk furnituretitikdua.com mulai merambah ke aksesoris. Sebuah cerita menarik datang ketika Deri Hermanto bercerita bahwa setelah lulus sekolah ternyata Ia sudah bergelut di dunia furniture kayu, seiring waktu pernah juga sebagai staf hotel karena basis pendidikannya memang Bahasa. "Lulusan bahasa saat ini main kayu" tuturnya.

Dalam melaksanakan strategi marketing, furnituretitikdua.com mengaku tidak mempunyai trik khusus, mereka hanya mengedepankan kualitas dan pelayanan sebaik-baiknya. Mereka membangun website untuk mengakomodasi pesanan bagi konsumen, namun memang, kebanyakan pesanan datang secara langsung.

furnituretitikdua.com membuat furniture dengan memanfaatkan semua bahan kayu sisa, mulai dari bagian inti kayu peti kemasnya, serbuk kayu, hingga bantal peti kemas, semua bisa digunakan. Dalam bisnis, selalu ada hambatan yang dihadapi furnituretitikdua.com, hambatan tersebut datang dari pengrajin, mereka mengaku kesulitan dalam meregenerasi pengrajin karena hanya sedikit orang yang mau dan mampu mengolah jenis kayu peti kemas yang di daur ulang. Seiring berjalannya waktu, prusahaan sejenis pun mulai tumbuh, sehingga bahan baku yang dibutuhkan untuk memproduksi semakin berkurang.

Meski begitu, Deri percaya, ketika kita mengedepankan kualitas produk dan kualitas hubungan dengan pelanggan,serta terus berinovasi, usahanya akan selalu selangkah lebih maju. img-1444482732.com



Komentar

    Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar